Tampilkan postingan dengan label bengawan solo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bengawan solo. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 September 2017

SANG MAESTRO BENGAWAN SOLO (1)

By tri nandar | At 20.23 | Label : | 0 Comments
Bengawan Solo
Riwayatmu kini

Sedari dulu jadi…

Perhatian insani
Musim kemarau
Tak seberapa airmu
Dimusim hujan air
Meluap hingga jauh...
Mata airmu dari Solo
Terkurung gunung seribu
Air meluap hingga jauh...
Dan hasilnya ke laut
Itu perahu
Riwayatmu dulu
Kau pedagang selalu...
Naik itu perahu - 

("Bengawan Solo" oleh Gesang)

Siapa sih yang belum pernah dengar lagu "Bengawan Solo" di atas? Nasib pencipta lagu di atas hampir pernah dilupakan oleh tanah kelahirannya. Sang Maestro Bengawan Solo ini yaitu Gesang Martohartono , yang erat dipanggil dengan Gesang. Beliau yaitu seorang penyanyi dan pencipta lagu keroncong di Indonesia. Lewat lagunya “Bengawan Solo” , Sang Maestro Bengawan Solo ini terkenal di seantero Asia , khususnya Indonesia dan Jepang. Karena kecintaannya kepada lagu keroncong asli Indonesia ini , dirinya dijuluki sebagai “Maestro Keroncong Indonesia”.

Sang Maestro Bengawan Solo
Sang Maestro Bengawan Solo
Sumber : goo.gl/KVjRTs

Latar Belakang

      Sang Maestro Bengawan Solo ini lahir di Solo , Jawa Tengah pada tanggal 1 Oktober 1917 dan meninggal pada tanggal 20 Mei 2010 di Surakarta berumur 92 tahun. Anak bungsu dari ayah Martodihardjo dan sang ibu Sumidah ini pada ketika kecil berjulukan Sutadi. Namun alasannya yaitu sering mengalami sakit-sakitan terutama demam hingga nyaris mampu merenggut nyawanya , sehingga Sang Maestro Bengawan Solo tersebut diganti nama oleh sang ayah menjadi Gesang. Gesang sendiri memiliki arti hidup dalam bahasa Jawa.


Awal Karir Sang Maestro Bengawan Solo

     Jiwa seni yang dimiliki Sang Maestro Bengawan Solo ini sudah terbawa semenjak jaman kanak-kanaknya. Disaat teman-teman sebayanya lebih menggemari permainan sepak bola di lapangan , Gesang kecil lebih tertarik untuk bersenandung bernyanyi. Walaupun bakat yang ia miliki yaitu otodidak. Nah , dari kerutinannya dalam melaksanakan senandung-senandung atau dalam bahasa Jawa berarti rengeng-rengeng , ia mulai melahirkan karya-karya lagu yang berirama keroncong dengan nada sederhana namun mempunyai lirik yang bermakna.

     Sang Maestro Bengawan Solo ini pertama kali menciptakan karyanya yaitu pada ketika usianya belum mencapai 20 tahun , pada 1934. Lagu pertama yang ia tuliskan yaitu berjudul “Si Piatu” , yang diilhami dari kisah kisah hidupnya sendiri yang telah ditinggal pergi oleh ibundanya tercinta pada ketika ia berumur 5 tahun. 

     Selama 14 tahun setelah tinggal bersama ibu tirinya yaitu Sumirah , perjaka Sang Maestro Bengawan Solo yang bergabung dengan grup musik keroncong “Marko” melantunkan lagu pertamanya “Si Piatu” melalui radio SRV (Solosche Radio Vereeniging)

Penasaran dengan kisah Sang Maestro Bengawan Solo selanjutnya? Tunggu kisahnya disini yaa...

Artikel Terkait :
- INILAH SOSOK DIBALIK RAMINTEN (1)
- INILAH SOSOK DIBALIK RAMINTEN (2)
- SANG MAESTRO BENGAWAN SOLO (2)
- SANG MAESTRO BENGAWAN SOLO (3)
- SENIMAN BETAWI LEGENDARIS (1)
- SENIMAN BETAWI LEGENDARIS (2)
- SENIMAN BETAWI LEGENDARIS (3)

Sabtu, 02 September 2017

SANG MAESTRO BENGAWAN SOLO (2)

By tri nandar | At 02.23 | Label : | 0 Comments

Nah kisah ini ialah lanjutan dari cerita SANG MAESTRO BENGAWAN SOLO (1) yang telah diposting sebelumnya. Cek dulu yaa..

Sekali ku hidup , Sekali ku mati
Aku dibesarkan di Bumi Pertiwi
Akan ku tinggalkan warisan abadi
Semasa hidupku , Sebelum gue mati
Lambaian tanganku panggilan abadi
Smasa hidupku , Sebelum gue mati
Gesang - Sebelum Aku Mati 

•    Lagu Bengawan Solo

               Lagu Bengawan Solo diciptakan pada tahun 1940 , ketika Sang Maestro Bengawan Solo berumur 23 tahun. Saat itu , ia duduk berada di tepian sungai Bengawan Solo dan sangat mengagumi akan keindahan sungai itu. Hingga akibatnya hal itulah yang menginspirasi sang maestro bengawan solo tersebut menciptakan lagu Bengawan Solo. Lagu yang telah diterjemahkan dalam banyak sekali bahasa (setidaknya 13 bahasa termasuk bahasa Indonesia , bahasa Jepang , bahasa Inggris , bahasa Tionghoa) memakan waktu 6 bulan dalam penciptaannya.

Lagu Bengawan Solo memiliki kepopulerannya sendiri khususnya di Jepang. Di Negeri Sakura itu , tembang Bengawan Solo pernah digunakan dalam sebuah film layar lebar.
 
sang maestro bengawan solo
Sang Maestro Bengawan Solo
              Sumber : goo.gl/1718XM

 •    Karir

               Dalam perjalanannya menggeluti kesenian musik keroncong , Gesang bukanlah seorang pencipta lagu. Melainkan Sang Maestro Bengawan Solo itu lebih banyak berperan sebagai seorang penyanyi. Dulu , ia hanya sebagai seorang penyanyi musik keroncong dari program atau pesta kecil di tempat kota Solo. Beliau sering mengungkapkan bahwa dirinya bukanlah seorang musisi , dikarenakan ia tak bakir untuk memainkan lantunan-lantunan nada mengagumkan dari banyak alat musik. Walaupun dalam penciptaan lagunya ia sebatas dibantu dengan alat musik sederhana , seperti seruling atau gitar akustik. Sehingga nada-nada yang dihasilkan dalam lagu ciptaannya selalu sederhana , namun tetap bermakna.

Sebagai seorang komponis lagu keroncong , sang maestro bengawan solo ini tidak produktif dalam menciptakan lagu-lagu. Dalam tahun 1938 , ia hanya menciptakan satu dan lagu pertamanya yaitu “Si Piatu”. Di tahun berikutnya yaitu 1939 , ia juga hanya menciptakan dua buah lagu yaitu berjudul “Roda Dunia” dan “Suasana Desa”. Sedangkan , lagu  yang pernah ia ciptakan sebagai andalannya “Bengawan Solo” dan “Sebelum Aku Mati” adalah satu-satunya lagu yang ia ciptakan pada tahun 1940 untuk Bengawan Solo dan 1963 untuk lagu Sebelum Aku Mati.

Pada dikala ia berusia 89 tahun , gesang hanya bisa menghasilkan tak lebih dari 42 hasil karya lagu keroncong dan langgam. Semua lagu Gesang merupakan lagu yang monumental.


Eits , masih ada lagi kisah menarik dari Sang Maestro Bengawan Solo. Tunggu kisahnya disini yaa. 

Artikel Terkait :
INILAH SOSOK DIBALIK RAMINTEN (1)
INILAH SOSOK DIBALIK RAMINTEN (2)
SANG MAESTRO BENGAWAN SOLO (1)
SANG MAESTRO BENGAWAN SOLO (3)
SENIMAN BETAWI LEGENDARIS (1)
- SENIMAN BETAWI LEGENDARIS (2)
- SENIMAN BETAWI LEGENDARIS (3)

Senin, 21 Agustus 2017

SANG MAESTRO BENGAWAN SOLO (3)

By tri nandar | At 02.23 | Label : | 0 Comments
Nah di artikel ini yaitu penghujung dari kisah-kisah Gesang Sang Maestro Bengawan Solo. Jika kalian belum baca informasi perihal Sang maestro Bengawan Solo , cek di SANG MAESTRO BENGAWAN SOLO (1) dan SANG MAESTRO BENGAWAN SOLO (2) ya.

Kali ini yang akan dibahas yaitu kehidupan dan karya-karya Gesang Sang Maestro Bengawan Solo yang fenomenal. Bagaimana dongeng kehidupan Gesang? Baca dan ikuti kisahnya.

. . .
Biar Jembatan Merah seandainya patah
Akupun bersumpah
Akan kunanti dia disini
Bertemu lagi
. . .

Jembatan Merah - Oleh Gesang

·         Kehidupan
Gesang pernah menikah , namun pada tahun 1962 , ia telah berpisah dengan istrinya dalam keadaan belum mempunyai seorang anakpun. Selanjutnya selama ini ia memilih untuk hidup sendiri. Selama 20 tahun , Sang Maestro Bengawan Solo itu tinggal di Perumnas Palur , hasil dari sumbangan Gubernur Jawa Tengah , Soepardjo Roestam pada tahun 1980. Lalu kemudian dia pindah dan hidup bersama dengan keponakan dan keluarganya di Jalan Bedoyo Nomor 5 Kelurahan Kemlayan , Serengan , Solo.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya dalam mengikuti perkembangan dunia musik keroncong , pihak Jepang mendirikan Taman Gesang di bersahabat bantaran Sungai Bengawan Solo pada tahun 1983. Pengelolaan dari Taman Sang Maestro Bengawan Solo itu dibiayai oleh Yayasan Gesang , yaitu sebuah lembaga yang didirikan untuk Gesang di Jepang.
 Sebelumnya pada 12 Mei 2010 , Gesang melaksanakan cek kesehatan rutin. Kemudian dokter dari Sang Maestro Bengawan Solo ini menyarankan untuk dilakukan opname kepada Gesang. Dan dia di rawat inap di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo. Sejak ketika itu , kondisi kesehatan Gesang semakin menurun. Dan sempat banyak gosip burung yang mengabarkan bahwa pada tanggal 18 Mei 2010 Sang Maestro itu meninggal dunia.
Sang Maestro Bengawan Solo mengalami sakit
Sang Maestro Bengawan Solo mengalami sakit
Sumber : goo.gl/a8n1TE
Pada Kamis 20 Mei 2010 kesehatan Sang Maestro Bengawan Solo semakin kian menurun , ketika waktu menyampaikan pukul 14.00 dan 17.30 keadaan Gesang kritis. Tepat pukul 18.10 , dia lelaki yang dibanggakan oleh warga Jepang menghembuskan nafas terakhirnya di usia 92 tahun. Tidak ada wasiat yang ditinggalkan oleh penggubah Bengawan Solo ini sebelum ia meninggal. Gesang telah menorehkan kebanggan dalam dunia musik Indonesia. Namanya akan selalu terkenang dalam aliran Sungai Bengawan Solo yang tak akan pernah ada keringnya.

·         Karya
-    Bengawan Solo
-    Dongengan
-    Impenku
-    Kalung Mutiara
-    Pemuda Dewasa
-    Borobudur
-    Jembatan Merah
-    Pamitan
-    Caping Gunung
-    Ali-ali
-    Andheng-andheng
-    Luntur
-    Si Piatu
-    Nusul
-    Nawal
-    Saputangan
-    Dunia Berdamai
-    Sebelum saya mati
-    Bumi Emas Tanah Airku
-    Urung
-    Roda Dunia
-    Tembok Besar
-    Seto Ohashi
-    Pandanwangi
-    Kacu-kacu
-    Tirtonadi
-    Sandhang Pangan
-    Kemayoran
 
Gesang - Sang Maestro Bengawan Solo
Gesang - Sang Maestro Bengawan Solo
Sumber : goo.gl/0Zmt3f
Nah menarik sekali bukan dongeng Gesang - Sang Maestro Bengawan Solo ini. Masih banyak juga lho kisah-kisah menarik lainnya. Tunggu kisah-kisahnya disini ya. 

Artikel Terkait :
- SENIMAN BETAWI LEGENDARIS (2)
- SENIMAN BETAWI LEGENDARIS (3)


Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Rahasia Artis - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz