Tampilkan postingan dengan label asti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asti. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 September 2017

Biografi Didik Nini Thowok-1 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia

By tri nandar | At 08.23 | Label : | 0 Comments
Didik Nini Thowok dikenal sebagai maestro tari di Indonesia yang telah melebarkan sayap sampai ke dunia Internasioanl. Luwes , gemulai , lincah memainkan lekuk badan , dan sejiwa dengan verbal wajah. Seni pertunjukan dikemasnya dengan ringan , bahkan sering menggugah gelak tawa para penonton. Beliau bisa mempertahankan seni kontemporer yang tak lekang oleh waktu.

maestro tari , ISI , nini thowong , didik hadipriyatna , asti , yogyakarta , temanggung , tradisional
Didik Nini Thowok

Sejak kecil seni tari telah melekat pada jiwa sang maestro tari di Indonesia ini. Pada usia 12 tahun , kemampuan seni tarinya mulai diasah. Walaupun pada dikala itu jumlah penari pria terbialng minoritas. Karakter yang dimilikinya sekarang dibentuk oleh sang nenek. Maestro tari ini diajari sang nenek ketrampilan perempuan mirip menjahit , menisik , menyulam , dan merenda. Maestro tari di Indonesia ini terlahir di Temanggung ,13 November 1954 sebagai anak laki-laki satu-satunya. Hal ini membuat maestro tari di Indonesia ini kerap bersentuhan dengan peralatan dan permainan perempuan. Maestro tari di Indonesia ini kerap ditinggalkan orang bau tanah yang pergi bekerja semenjak pagi buta sampai larut malam. Ayahnya bekerja sebagai penjual kulit kambing dan sapi , sedangkan ibunya membuka kios dipasar. Namun orang tuanya selalu mendukung sepenuhnya atas bakat tari yang dimiliki sang anak.

asti , didik hadipriyatna , ISI , maestro tari , nini thowong , temanggung , tradisional , yogyakarta
Pementasan Didik Nini Thowok


Ketekunan , disiplin , dan kerja keras selalu memotivasi  maestro tari di Indonesia ini dalam menjalani hidup. Setelah lulus SMA pada tahun 1972 , sang maestro tari ini tidak dapat melanjutkan pendidikannya ke dingklik kuliah alasannya yakni terhalang biaya. Sempat menjadi tenaga honorer di Kantor Pembinaan Kebudayaan Kabupaten Temanggung , upah dari sinilah maestro tari di Indonesia ini menabung semoga bisa berkuliah.

asti , didik hadipriyatna , ISI , maestro tari , nini thowong , temanggung , tradisional , yogyakarta
Wajah Asli Didik Nini Thowok

Pada tahun 1974 , hasilnya dia berhasil tercatat sebagai mahasiswa Seni Tari ASTI Yogyakarta (sekarang ISI).  Disini dia dikenal sebagai orang yang bukan hanya mengahragi seni , tetapi senimannya juga. Pada tahun 1980 maestro tari di Indonesia ini memprakarsai lembaga pendidikan tari Sanggar Natya Lakshita. Sabar , percaya , dan setia menjadi prinsipi maestro tari di Indonesia ini dalam berteman dan berkarya. Pada November tahun 2016 ini , sang maestro tari ini genap berusia 62 tahun. Dedikasinya terhadap dunia tari di Indonesia telah menginsporasi generasi muda dalam menghargai dan mencintai budaya Indonesia.


Hal itu kalo ditanamkan dari awal , walaupun tidak menjadi penari , memorinya sudah tertanamkan , apresiasinya terhadap seni pun pasti berbeda
Apresiasi yang diberikan maestro tari ini didapatkan alasannya yakni dunia seni teah tertanam dalam memorinya semenjak kecil. Sang kakek sering mengajaknya menonton pertunjukan wayang kulit dan karawitan. Awalnya belum mencicipi apa-apa perihal dunia seni. “Hal itu kalo ditanamkan dari awal , walaupun tidak menjadi penari , memorinya sudah tertanamkan , apresiasinya terhadap seni pun pasti berbeda” , ungkap maestro tari ini. Menurutnya selain pendidikan tugas orang bau tanah penting untuk membentuk anaknya semoga mencintai tradisi di Indonesia.


 Tarian Didik Nini Thowok

Sang maestro tari ini memiliki nama asli Didik Hadiprayitno  kemudian dikenal sebagai Didik Nini Thowok. Nama ini berasal dari permain bawah umur Nini Thowong berupa boneka perempuan yang dibuat mengagumkan layaknya bidadari. Permainan ni dianggap sebagai simbo Dewi Sri , dewi kesuburuan. Sehingga dikala roh Dewi Sri masuk kedalam bonekanya , boneka ini dapat bergerak-gerak dan melompat-lompat , kemudian diiringi lagu , salah satunya  Lir-ilir. Pada tahun 1973 , salah satu seniornya membuat koreografi dengan permainan Nini Thowong memakai gending Kinarto Sapdo (alm).  Tetapi dalam lagunya disebutkan sebagai Nini Thowok bukan Nini Thowong. Berdasarkan gending itulah maestro tari ini memakai nama tersebut sampai sekarang. Arti Nini sendiri yakni perempuan. Sedangkan Thowong berasal dari dua kata , Tho  dan Wong. Tho itu dari éthok-éthok  artinya mirip dan wong artinya orang. Kaprikornus Nini Thowong yakni perempuan yang mirip manusia.

Bersambung...


Referensi :
Didik Nini Thowok  : https://id.wikipedia.org/wiki/Didik_Nini_Thowok
Satu Indonesia - Didik Nini Thowok : https://www.youtube.com/watch?v=yOejvaXL-Zg

Kisah selanjutnya :
Biografi Didik Nini Thowok-2 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia
Biografi Didik Nini Thowok-3 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia
Biografi Didik Nini Thowok-4 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia

Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca:) silahkan beri kritik atau saran melalui kolom komentar dibawah. Jangan lupa dishare!☺

Minggu, 27 Agustus 2017

Biografi Didik Nini Thowok-2 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia

By tri nandar | At 20.23 | Label : | 0 Comments
Keahliannya dalam dunia tari tidak membuatnya sombong dan lantas tidak mau membagi ilmunya. Ternyata maestro tari ini telah membagi ilmunya semenjak masih duduk dibangku kuliah. Maestro tari ini bekerja sambilan sebagai guru private dengan mengajar beberapa murid didaerah Yogyakarta. Setiap hari setelah pulang kuliah pukul dua siang , maestro tari ini eksklusif melanjutkan dengan menunjukkan les tari sampai malam hari. Rutinitas ini membuatnya sering merasa kelelahan , kesannya maestro tari ini memutuskan untuk membuka sanggar di selesai tahun 1980an. Sanggar ini yang kita kenal sekarang dengan nama Sanggar Tari Natya Lasita.

didik nini thowok , penari , maestro tari , tradisional , sukses , internasional , asti , isi , yogyakarta
Didik Mengajarkan Tari Tradisional
sumber : https://goo.gl/M2aVAS
Pada sanggar milik maestro tari ini , sekitar 13000 murid telah terdaftar. Jumlah murid yang sangat banyak dan patut diperhitungkan. Target dari sanggar ini yaitu belum dewasa kecil. Karena orang renta yang menyadari pentingnya pendidikan tradisional pasti akan mengirim anaknya untuk berguru  tari dan bahkan sebagian mengharuskan. Peran orang renta inilah yang dapat menarik minat para muridnya pada seni tradisional di zaman sekarang ini.

Sebelum krisis moneter , ternyata maestro tari ini memiliki 24 cabang yang tersebar diwilayah Jawa Tengah , Jakarta , dan Jawa Timur. Namun setelah krisis , cabang yang ada tinggal di Yogyakarta dan Semarang saja. kebetulan yang si Semarang ia bekerja sama dengan  dr.Chris yang memiliki rasa pengabdian pada seni. Karena biaya les tari yang seidkit , cara mestro tari ini untuk survive di urusan ekonomi tari ini dengan subsidi silang dari show , penyewaan , dan penjualan kostum. Sulit rasanya untuk mengharapkan dari pemerintah.

“Kualitas itu proses”
Animo masyarakat yang ingin berguru tari pun sudah berbeda. Dulu yang membuka sanggar masih sedikit , pemint membludak , sehingga sanggar maestro tari ini menjadi prioritas. Sekarang sudah banyak tentangan sehingga banyak pilihan tempat untuk berguru tari. Cara mengajar pada sanggar ini yang mungkin membuatnya berbeda dibanding yang lain. Semua murid dapat berguru dari nol. “Kualitas itu proses” , begitu tutur maestro tari ini. Baginya walaupun kualitas itu penting , kewajibannya itu untuk mewadahi belum dewasa yang belum mampu atau tidak menyukai tari menjadi mampu menari. Murid-murid pada sanggarnya ini dibagi menjadi kelas pemula , lanutan , dan profesional. Karena menarik minat itu susah , maka kelas pemula akan diajarkan pelan-pelan dan tidak boleh ditegur keras.

Sama halnya dengan di Indonesia , peminat seni tari tradisional diluar negeri pun sering mengalami pasang surut. Namun yang membuat masyarakat luar berbeda yaitu sekali mereka menyukai tari , maka mereka akan solid , serius , tekun , dan didukung oleh kedaan ekonomi mereka yang lebih memungkinkan. Setidaknya setelah maestro tari ini mengadakan show , ada saja penonton yang tertarik dan kesannya datang ke Indonesia untuk berguru menari.

didik nini thowok , penari , maestro tari , tradisional , sukses , internasional , asti , isi , yogyakarta
ASTI (sekarang ISI)
sumber : https://goo.gl/ZL0OtF
Maestro tari yang sering mengadakan show sampai mancanegara ini , ternyata sempat menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia bekerja sebagai seorang dosen di ASTI (sekarang ISI) yang merupakan kampus tempatnya menimba ilmu seni tari dulu. Namun , ia memutuskan untuk berhenti dan meneruskan urusan ekonomi sanggarnya saja. Hal ini dipilih maestro tari ini alasannya yaitu sering menerima job yang memiliki jadwal yang bersamaan dengan ujian yang sedang dilaksanakan di ASTI. Sering meninggalkan kewajibannya sebagai seorang tenaga pendidik , membuat maestro tari ini tidak nyaman dan merasa ibarat sebuah beban. 

Bersambung...


Referensi :
Satu Indonesia - Didik Nini Thowok  : https://www.youtube.com/watch?v=yOejvaXL-Zg

Kisah selanjutnya :
Biografi Didik Nini Thowok-3 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia
Biografi Didik Nini Thowok-4 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia

Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca:) silahkan beri kritik atau saran melalui kolom komentar dibawah. Jangan lupa dishare!☺
Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Rahasia Artis - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz